LOVE LIFE WITH SOLA
Posted by solagracia fm | Posted in INFO, health | Posted on 15-12-2009
Tags: 2009, aids, akses, hari aids
0
Bulan desember adalah bulan terakhir di tahun 2009 dan di bulan ini pula diawali dengan satu hari yang spesial yaitu hari Aids sedunia, 1 Desember 2009.
(mau liat foto lengkapnya lihat LOVE LIFE WITH SOLA )
Mau tahu gimana gambaran AIDS di Indonesia sudah semakin memprihatinkan ?
Stop AIDS: Akses untuk semua
merupakan slogan dalam peringatan Hari HIV/ AIDS Sedunia yang ditetapkan pada 1 Desember 2009. Slogan ini menjadi sangat urgen mengingat bahwa HIV/AIDS telah menyebar ke seluruh strata masyarakat. Semuanya kini telah menjadi sasaran bagi upaya pencegahan, sebab HIV/AIDS juga telah menimbulkan korban (jiwa) yang sangat besar.
Slogan kampanye ini dimaksudkan agar setiap manusia Indonesia mempunyai rasa kepedulian yang tinggi dalam penanggulangan HIV/ AIDS. Kasus HIV/AIDS di Indonesia saat ini tidak hanya pada kelompok berisiko saja, akan tetapi sudah berada pada populasi umum, seperti ibu rumah tangga dan anak-anak.
Kini saatnya pemerintah dan masyarakat madani bersatu, membuat suatu karya nyata untuk mencegah laju epidemic HIV yang sangat cepat. Selain itu, perlu dilakukan upaya bersama untuk menyediakan akses informasi HIV/AIDS, pencegahan, dukungan dan pengobatan bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan.
Hal inilah yang menjadi sangat urgen. Diharapkan dengan kampanye ini dapat meminimalisasi korban yang jatuh akibat virus yang menyerang daya tahan tubuh ini. Melihat ganasnya perkembangan virus yang mematikan ini, kiranya seluruh lini harus bisa mengambil peran. Dan peran yang terpenting adalah dalam lingkungan keluarga.
Para orang tua harus dapat mendeskripsikan kepada seluruh anggota keluarga tentang bahaya dan cara penularan virus ini. Dengan begitu, setiap anggota keluarga akan berhatihati yang bertitik kulminasi pada pencegahan virus tersebut agar tidak menyerang diri sendiri.
Tema peringatan
Tema peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2009 ditetapkan secara internasional yaitu Universal Acces & Human Right. Untuk Indonesia , tema tersebut diterjemahkan menjadi Akses Universal dan Hak Asasi Manusia. Makna dari tema peringatan adalah bahwa setiap masyarakat khususnya mereka yang memerlukan, mampu memperoleh akses terhadap informasi, pencegahan, dukungan dan pengobatan.
Kesehatan pada dasarnya merupakan hak asasi manusia yang utama (health is the first human right), dengan demikian setiap orang termasuk orang yang terinfeksi layak hidup sehat dan memperoleh fasilitas kesehatan. Dengan meningkatnya akses pelayanan dan pengobatan yang baik diharapkan akan dapat menurunkan risiko penularan dan mengurangi laju epidemi HIV di Indonesia.
Berdasarkan tema internasional HAS 2009, maka sub-tema yang ditetapkan di Indonesia adalah: “Kerjasama masyarakat dan pemerintah mampu mempercepat pemenuhan akses pencegahan, perawatan, dukungan dan pengobatan untuk semua.” Dalam rangka meningkatkan akses universal maka diperlukan kerjasama yang sinergis antara masyarakat dan pemerintah.
Kerjasama tersebut diharapkan mampu mengarusutamakan upaya penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia sehingga dapat mempercepat pencapaian akses informasi, pencegahan, perawatan, dukungan, dan pengobatan untuk mereka yang membutuhkan.
Peran institusi keluarga dan pemerintah
Sebagai institusi pertama dan utama, posisi keluarga sangat strategis dalam upaya penanggulangan virus HIV/AIDS. Melalui keluarga informasi terhadap virus ini dapat disosialisasikan dengan baik dan benar. Namun untuk itu, kiranya para orang tua harus terlebih dahulu bisa mengakses informasi yang seluas-luasnya terhadap informsasi virus HIV/AIDS ini.
Setidaknya, hal ini sebagai upaya preventif bagi seluruh anggota keluarga. Jika hal ini dilakukan secara kolektf oleh seluruh lapisan bangsa ini, maka bangsa ini tidak akan terjangkiti oleh virus tersebut. Selanjutnya, jika salah satu anggota keluarga telah terjangkiti, oleh sebab cara yang bagaimanapun, sejatinya dapat mengonsultasikan hal itu kepada dinas kesehatan setempat.
Melalui dinas kesehatan akan dapat diperoleh informasi rehabilitasi penyakit tersebut. Hendaknya jika ada anggota keluarga yang terjangkiti, harus secara aktif memberikan akses agar penyakit tersebut dapat disembuhkan, minimal tidak berkembang secara pesat.
Ataupun dilakukan dengan gencar agar hal itu tidak menyebar. Kondisi suatu keluarga hanya mungkin diketahui dengan baik oleh anggota keluarganya.
Dengan begitu, segala yang mungkin dalam perkembangan penyebaran ini bisa dideteksi secara dini. Partisipasi inilah yang sangat diharapkan pemerintah.
Sehingga pemerintah dapat melakukan tahapan lebih lanjut. Pemerintah juga dapat memetakan persoalan virus tersebut. Dengan diketahui data yang valid
atas penyebaran langkah strategis yang dilakukan pemerintah juga harus utuh dan menyeluruh. Sehingga dapat dideteksi secara keseluruhan.
Tidak malah, hilang di daerah yang satu, kembali lagi ditemukan di daerah yang lain. Selanjutnya, jaminan atas kesehatan bagi rakyat ini harus dapat dipenuhi oleh pemerintah. Berbagai tindakan adalah hal positif yang perlu dilakukan.
Menumbuhkan empati
Sesungguhnya, korban yang mengidap virus HIV/AIDS adalah bagian dari tatatan sosial kemasyarakatan. Mereka juga merupakan warga masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian yang sama dari masyarakat yang lainnya. Oleh karenanya, mengucilkan mereka adalah sikap yang jauh dari terpuji.
Hal itu perlu dipahami dengan dasar pengetahuan atas penyebaran virus tersebut. Virus HIV/AIDS berkembang melalui tranfusi darah, peggunaan alat suntik bergantian, cairan kelamin (lelaki dan perempuan). Hanya dengan media itu dapat berkembang.
Sementara keringat dan air liur tidak dapat dijadikan media bagi penyebaran virus tersebut. Memahami penyebaran itu akan membuat kita dapat berkomunikasi dengan aktif, tanpa harus mengucilkan mereka di tengah lingkungan sosial. Hal inilah yang sejatinya diberikan kepada mereka. Sehingga tidak ada diskriminasi atas mereka.
Sebab, mengucilkan mereka adalah perbuatan yang juga melanggar HAM. Padahal penguatan HAM kini dengan gencar dikampanyekan. Tumbuhkanlah sikap empati kepada mereka. Sebab, dengan cara ini akan mempermudah penyembuhan penyakit yang diderita.
Akhirnya, penyebaran HIV/AIDS dapat diberhentikan dengan memberikan akses kepada semuanya. Kepada yang terkena, maupun kepada yang belum terkena. Semoga jumlah korban tidak bertambah, sebagaimana data yang dilansir oleh Departemen Kesehatan setiap tahunnya yang menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat. Stop AIDS, dengan cara memberikan informasi yang seluasluasnya kepada pihak lain.
(sumber : waspada.co.id)


