SANG PEMIMPI
Posted by solagracia fm | Posted in INFO, MUSIC, celebrities | Posted on 15-12-2009
Tags: film, gigi, sang pemimpi
0
Ost Selusin Lagu ‘ Bertema Mimpi’
Mengumpulkan 12 lagu dengan tema dasar ‘mimpi’ ternyata tidak mudah. produser film dan musik Mira Lesmana mengalaminya sewaktu mengerjakan musik film sekaligus harus merilis Soundtrack-nya untuk film SANG PEMIMPI, sequel LASKAR PELANGI. kali ini lagu ‘Sang Pemimpi’ karya GIGI dan MIRA LESMANA menjadi pilihan pada track pembuka.
GIGI Jadi ‘Lokomotif’
Bagi mira lesmana, sukses original soundtrack dan film sang pemimpi adalah ‘harga mati’. ia tidak mau disebut sebagai produser yang mendapat keberuntungan dari sukses film dan lagu laskar pelangi. “Awalnya saya mencoba untuk tidak terbebani dengan sukses Laskar Pelangi dengan lagu karya Giring dan Nidji, tapi mencari lagu yang pas buat tema utama sang pemimpi memang tidak mudah. Puluhan demo lagu dari band sudah masuk, tapi belum ada yang saya rasakan pasuntuk menjadi theme song. Sampai akhirnya saya bertemu dengan GIGI. mereka mengirimkan 3 lagu dan tanpa ragu saya memilih salah satu lagunya sebagai theme song, karena begitu mendengarnya saya langsungmerasakan ‘aura’ Sang Pemimpi ujar Mira Lesmana.
“SANG PEMIMPI” memang amat kuat karakter GIGI-nya, sebuah band yang mulai menjadi LEGEND di musik pop rock. Mira Lesmana menulis kembali liriknya dan mempersilahkan Armand menambahkan kata-kata sesuai dengan kebutuhan interprestasinya sebagai vokalis. “Kebetulan saya sudah baca lebih dulu novelnya, jadi setidaknya punya referensi tentang jalan cerita SANG PEMIMPI, apalagi banyak dibantu Mira Lesmana untuk liriknya”. Penjelasan Armand yang membawa GIGI menjadi lokomotif untuk FIRT SINGLE OST SANG PEMIMPI.
Mira Lesmana juga “menyewa hak pakai” lagu APATIS karya Ingrid Widjanarko, yang diawal proses penciptaannyadi tahun 1978 dibantu oleh BAMBANG MAGOG. “Apatis” yang masuk sebagai lagu tercantik album LOMBA CIPTA LAGU REMAJA PRAMBORS 1978 memang lagu favorit Mira Lesmana, “lagu ini terasa kembali bernyawa takkala direkam dan diaransemen ulang oleh ipang. Apatis pas untuk scene Arai dan Ikal remaja yang mengejarmasa depannya, merantau dari belitungke jakarta bahkan sampai ke luar negeri, dan akhirnya terdampar di bogor”, masih cerita Mira. Ipang memiliki keunggulan interpretatif, karena latar balakangnya sebagai pencipta lagu, arranger dan vokalis band dengan RANGE vokal yang ‘lebar’. teknik falsetto-nya pun indah, takkala ‘apatis’ dibikin pola modulasi[perpindahan nada]. Bandingkan juga dengan teknik vokal [dan penjiwaan] ipang sewaktu membawakan lagu ciptaannya berjudul “TERUSLAH BEERMIMPI” yang dikasih intro gitar akustik, lalu diisi piano dan drums sebagai penguat harmoni. Ipang selama ini dikenali memilikikeunggulan mengulik genre musik BRIT POP, yang di industri musik Indonesia, padat penggemar mudanya.
UNGU BER-MELAYU-RIA PADA KARYA ANDREA HIRATA
Bagi vokalis Pasha, sejatinya menyanyi lagu melayu atau bahkan ke arah dangdut sekali pun tak jadi masalah, itu telah dibuktikan melalui album baru UNGU dengan hit single “HAMPA HATIKU”featuring Iis Dahlia. Tapi untuk masuk dalam soundtrack, bagian dari gambar film layar lebar, tentu ini tantangan. Apalagi lagu “CINTA GILA”bukan karya Ungu, “Ungu nggak pernah bawain lagu orang lain di rekam. Untuk menguatkan karakter Ungu, kami yang membuat aransemen CINTA GILA”, jelas Pasha. tapi, kali ini beda. Lagu ciptaan sang novelis Andrea Hirata “nyawanya” memang melayu, hal inilah yang memaksa ungu memodifikasi – memadukan unsur tabla dengan riff-riff gitar rock ala Ungu, yang biasanya dimainkan oleh duet gitaris Ungu, ENDA dan ONCY.
“CINTA GILA saya kasih Mira tanpa menyebut siapa penciptannya. Saya bilang, terserah mau diapain jika akan masuk dalamm bagian kompilasi album musik SANG PEMIMPI”, Andrea Hirata buka kaartu.
“Saya menyukai melodi dan liriknya yang nakal. Nggak nyangka kalau Andrea Hirata yang ciptain. Mungkin dia nggak pede ngasih demo lagu itu, atau takut subyektif jika saya tau dari awal itu lagu karangan dia, lantas saya pilih juga masuk album rakaman”, lanjut Mira seraya melepas tawa. Andrea masih punyya sejumlah lagu lain, meski tidak untuk musik film. Dalam versi yang lebih kental melayunya, “CINTA GILA” dimasukkan sebagai bonus track pada OST SANG PEMIMPI, dimaksudkan sebagai track ke-13.
Tak kalah menarik adalah, masuknyya lagu “KOMIDI PUTAR” ciptaan Bonita dan kristin Wiriastuti dengan nyawa minimmalis – ada sound akordeon dan piano – tapi kuat karakter melodi dan liriknya, yang dinyanyikan Bonita. Puteri penyanyi senior Koes Hendratmo yang besar sebagai penyanyi cafe ini banyak memakai teknik vokal falsetto, kadang dipenggal-penggal [staccato], untuk menguatkan citra lagu. Aransemennya pas untuk membayangkan pusatan komidi putar, sebagai personifikasi cerita perputaran mimpi-mimpi manusia untuk merebut cita-citanya.
NINE BALLS band yang besar dari cafe di bandung, memperkuat OST SANG PEMIMPI melalui lagu karyannya “TETAPLAH BERMIMPI”, tentu saja dibawakan tetap dengan citra utamanya yang nge-band.


